Pada wajah siapa
Aku tak melihat wajahmu
Pada dunia mana
Aku tak mengingat namamu
Tiada yang mendengarku kecuali rinduku
Tiada yang menjawabku selain naluriku
Tak ada yang lebih sepi
Dari bayangmu
Tak ada yang lebih pilu
Dari mengingatmu
Tak ada yang lebih sakit
Dari memanggil namamu
Kabut berderu menyelimuti dahan dan ranting
Di belantara ini jejakku selalu bersamamu
Kemana aku kan pulang?
Badai fajar di bahuku
Gelap malam di depanku
Adakah rembulan siaga menyinari langkahku?
Ku terus berjalan dan melangkah
Kuharap kau tahu
Aku kan memandangimu
Saat berjalan di batas dua dunia
Menggapai senja, membangunkan fajar
Ini bukan nekat, tapi sebuah tekad
||Toddo Lentu Batujala||
Bantaeng, 25 Maret 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar