Rabu, 10 April 2024

Tekad

Pada wajah siapa 
Aku tak melihat wajahmu
Pada dunia mana 
Aku tak mengingat namamu
Tiada yang mendengarku kecuali rinduku
Tiada yang menjawabku selain naluriku

Tak ada yang lebih sepi 
Dari bayangmu
Tak ada yang lebih pilu 
Dari mengingatmu
Tak ada yang lebih sakit 
Dari memanggil namamu

Kabut berderu menyelimuti dahan dan ranting
Di belantara ini jejakku selalu bersamamu
Kemana aku kan pulang?
Badai fajar di bahuku
Gelap malam di depanku
Adakah rembulan siaga menyinari langkahku?

Ku terus berjalan dan melangkah
Kuharap kau tahu
Aku kan memandangimu
Saat berjalan di batas dua dunia
Menggapai senja, membangunkan fajar
Ini bukan nekat, tapi sebuah tekad

||Toddo Lentu Batujala||
Bantaeng, 25 Maret 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar