Kamis, 22 Agustus 2024

Pesan kepada Wakil Rakyat

Kini aku semakin mengerti
Tak ada lagi yang bisa diharap padamu
Sebagai wakil rakyat 
Engkau suka disogok dan suka korupsi
Supaya hidupmu lebih sentosa

Kini aku semakin mengerti
Sogok dan korupsi
Bagimu itu normal
Tapi bagi kami tidaklah demikian
Engkau layaknya manusia setengah iblis

Kini aku semakin mengerti
Di kalangan pecundang
Kehormatan hanya gincu
Yang terpenting keluletan dan ketegasan
Meskipun dalam berdusta

Kini aku semakin mengerti
Suara atas nama rakyat hanyalah tipuan
Menindas rakyat kecil mengagungkan elit
Agar kedudukanmu tetap menanjak
Inilah ilmu kaum pecundang

Kini aku semakin mengerti
Siang malam engkau bersua para elit
Ngomongmu ngawur pun tak jadi masalah
Asal kau bersemangat dan penuh keyakinan
Dalam mengatur propaganda menutupi aibmu

Kini aku semakin mengerti
Tak akan lagi menilai dari watak
Sebab hanya ada dua nilai, kawan dan lawan
Kawan bisa baik sementara
Sedangkan lawan selamanya buruk nilainya

Akhirnya aku berpesan padamu
Bila nanti rakyat tak lagi peka dan peduli
Bila nanti rakyat tak lagi menghargai dan menghormatimu sebagai wakil rakyat
Itu sudah jamaknya juga sebagai cerminan dirimu

Rakyat kecil tak bisa selalu mengalah
Ia bisa bangkit dan melawan tirani
Ia bisa saja jadi pemberontak

Selasa, 20 Agustus 2024

Pilihan Hidup

Aku pernah mengucilkan jiwaku
Ketika aku merasa lemah padahal masih bisa kuat
Aku juga pernah mencela diriku
Ketika melihat diriku berlari di hadapan orang lumpuh

Aku pernah memilih jalan yang landai 
Ketika berhadapan dengan pendakian
Aku pernah mengatakan bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan
Ketikan aku membuat sebuah kesalahan

Aku pernah memilih menghindar 
Ketika berhadapan dengan rasa takut
Aku pernah mengejek yang kuanggap buruk
Ketika melakukan sebuah kebaikan

Tanpa seizinmu tak ada yang bisa membuatmu rendah
Lihatlah cermin, maka kau akan menemukan
Seseorang yang akan mengubah hidupmu
Rahasia menuju kebahagiaanmu
Adalah jatuh cinta pada dirimu sendiri

Jadilah dirimu sendiri, sebab
Dokumen asli lebih baik dari salinan
Tidak semua orang mengerti dirimu
Tapi yang mengerti dirimu tidak akan melupakanmu

Minggu, 18 Agustus 2024

Kemarilah Sayangku

Tangismu bagaikan guntur
Menyambar di langit tinggi
Sedihmu bagaikan bintang 
Yang redup di malam hari

Kemarilah kasihku, beranjaklah 
Aku telah mengenali surutmu
Biarkan aku mengisi kekuranganmu
Hingga kau kembali pada pasangmu

Kemarilah sayangku, dekatlah padaku
Aku tak akan membiarkanmu sendiri
Menyalakan api dan lentera
Di tengah hujan dan badai 

Kemarilah cintaku, duduklah di sampingku
Mari kita saling menatap bintang, bicaralah tentangmu
Tentang semua yang tak pernah usai
Biarkan malam mendekap jiwa kita menjadi satu

_toddo lentu batujala







Sabtu, 17 Agustus 2024

Tak Ada Pilihan Lain

Tak ada pilihan selain meneruskan cita-cita
Para pahlawan bangsa Indonesia
Tak ada pilihan selain mengabdikan diri
Pada tanah air, tanah tumpah darah kita

Berpuluh tahun kita dalam belenggu kesengsaraan
Berpuluh tahun kita terkungkung dalam dekadensi moral
Tak ada pilihan selain meredam suara hampa
Tak ada pilihan selain membungkam beribu slogan kepentingan 

Kita harus terus menerjang-terjang
Sebab...
Kemerdekaan adalah darah dan nyawa yang hilang
Kemerdekaan adalah keringat dan air mata yang tumpah

Tak perlu bertanya-tanya
Manakah yang namanya kemerdekaan?
Kita hanya perlu berjalan terus
Bertarung, melawan, dan bertahan

Hanya ada dua pilihan
Merdeka atau mati

||17 Agustus 2024||Toddo Lentu Batujala





Senin, 12 Agustus 2024

Ibu Jiwa Keabadian

Tak ada nasihat sesejuk nasihat Ibu
Ia lebih dari sejuknya mentari pagi
Tak kata seindah sebutan Ibu
Ia lebih dari indahnya pelangi

Bagai Bumi menumbuhkan
Menjaga dan merawat pepohonan
Bagai Bunga yang tulus
Merawat bebuahan dan bebijian

Ibu bagai semerbak nektar
Merestui dan memberkati Lebah
Ibu bagai malam beribu bintang
Memancarkan cahaya menerangi jiwa

Tak ada kasih setulus kasih Ibu
Ia bak sang surya 
Tak akan pernah meninggalkan Bumi
Hingga malam merebahkannya ke dalam lentera

Ibu adalah jiwa keabadian pada setiap sujud
Ibu adalah segalanya pada setiap yang terlahir

Selasa, 06 Agustus 2024

Harapan di Kota Malang

Lihatlah perjalananku
Saksikanlah pengorbananku
Dari tanah leluhur
Kutinggikan doa dan syukur 

Perjalanan lampau diri sendiri
Mesti banyak dipelajari 
Dengan cinta dan kebijaksanaan
Aku telah menemukan perayaan

Tataplah mataku
Pandanglah wajahku
Mataku terbuka bahagia
Pada Sang Surya 

Semangat hidup yang dulu mentah
Kini terkurung dalam hukum Allah
Aku tak pernah terhenti berpikir
Sebab kehidupan tak kan pernah berakhir

Malang...
Lihatlah...
Pastikan dan saksikan
Perjalanan baru akan terungkap

||Kota Malang, 4 Desember 2023|| 
Abd. Rahman

Jumat, 02 Agustus 2024

Lebih dari Bintang

Ada sesuatu yang datang
Tetapi terasa hampa
Ada sesuatu yang hilang
Tetapi terasa tenang

Ada sesuatu yang terasa aneh
Saat langit semakin gelap
Ada sesuatu yang terasa berbeda
Saat mentari tertahan oleh sang fajar

Aku ingin terbang melewati
Batas cakrawala angkasa
Aku ingin berlari menerjang
Batas antara siang dan malam

Atau ...
Haruskah aku hanya tegak di sini
Menelusuri mimpi yang tak kunjung dicapai
Haruskah aku duduk dalam sepi, sendiri
Mengeja bait rembulan yang hampir redup
Di penghujung malam

Susuatu itu tak nampak
Tapi aku mengerti 
Jua sungguh indah tuk diresapi
Aku bahkan semakin menggilai

Hal itu seperti bintang
Bahkan lebih begitu terang nan indah
Hingga belati menusuk jantung 
Tiada rasa atas takjubku