Rabu, 31 Juli 2024

Padamu

Beberapa orang menghabiskan waktunya
Berjudi dan berpesta di diskotik
Tapi, aku memilih
Ingin menghabiskan waktuku 
Bersamamu dan menjelajahi kawananmu
Bahkan menghabiskan waktuku
Mati dalam dekapanmu

Aku jatuh cinta
Pada dahan dan rantingmu
Kokoh atau pun getasmu
Pada siang dan malammu
Terik, hujan, atau pun badaimu
Pada sungai dan danaumu
Bandang atau pun tenangmu

Kau saksi dan mengerti sepiku
Kau jua mengerti tentang luka hatiku
Bahkan kau mengerti rasa takut dan raguku
Engkau telah menjadi penawar
Atas bisa kerinduan yang melumpuhkanku
Engkau selalu peka 
Atas perkara lama yang tak pernah usai

Sekali lagi, aku jatuh cinta
Padamu ...

||Toddo Lentu Batujala
1 Agustus 2024

Sabtu, 27 Juli 2024

Terpupus

Sementara hari ini ...
Pemukiman dan tempat ibadah umat muslim Palestina
Luluh lantak akibat genosida Yahudi 
Para muslimah Al-Quds
Ditelanjangi dan diperkosa di tengah kota
Ibu dan anak dibantai dengan keji
Ayah dan pemuda disekap tanpa minum dan makan

Sepi ...
Sedu ...
Sedan ...
Mereka mati dalam kesendirian
Sedangkan pemimpin Muslim diam
Membungkam tak bisa berbuat apa-apa
Mereka ...
Terkungkung ...
Terbelenggu ...

Mereka hanya bisa
Menari di atas dekadensi moral
Memperluas batas-batas kekuasaan
Pupus dalam kepekaan dan kepedulian
Mereka lupa sejarah
Mereka hilang ingatan
Mereka kehilangan karakternya
Bahkan semakin jauh dari kehidupan

Tak ada lagi sosok Khalifah Almu'thasim
Yang mengusir pemberontak Yahudi dari negaranya
Tak ada lagi sosok Khalid bin Walid
Yang menaklukkan kekaisaran Romawi
Tak ada lagi figur Sang Penakluk Muhammad Al-Fatih
Tak ada lagi figur Salahuddin Al-Ayyubi

||Berau, 27 Juli 2024

Minggu, 21 Juli 2024

Arung

Hidup ia jua perjalanan
Pejamkan matamu
Biarkan pikiranmu memulainya
Biarkan jiwamu melambung
Biarkan semangatmu membara
Membawamu pada tempat yang diinginkan

Perjalanan mesti diteruskan
Tak peduli seberapa berat rintangannya
Juga bukan di mana kamu berakhir
Namun, bagaimana kamu bisa sampai
Perjalanan ini hadiah ...
Sekecil apa pun langkahmu rangkul dengan syukur

Kadang jua perjalanan terpanjang
Yang kita arungi hanya beberapa inci
Dari mata ke hati ... Karnanya ...
Perjalanan yang telah dimulai 
Jangan terhenti atau kelak
Segalanya jadi sia-sia

||Toddo Lentu Batujala
Balikpapan, 21 Juli 2024