Minggu, 22 Desember 2024

Menerima Takdir

Kekasihku ...
Tak sedikitpun ada yang berubah
Selepas kejadian yang sangat menyulitkan
Bahkan keadaan kala itu 
Seperti menyeretku sampai ke titik nadir

Kali ini aku lebih siap untuk menerima
Jika nanti akan kembali 
Menemui keadaan yang menyulitkan
Terasa tak ada lagi ketakutan
Sebab semua hal yang ditakutkan telah terlewati

Kekasihku...
Aku hanya ingin menjalani sisa hidup 
Bersamamu dengan semampunya
Tanpa harus memilikimu seutuhnya
Menjagamu dengan semampunya
Menerima takdir dengan apa adanya

Ini bukan perkara pesimis
Seolah tidak mau lagi bermimpi
Juga memiliki angan yang tinggi
Melainkan batas lelah manusia
Yang dulu pernah berambisi 
Namun berkali-kali disudutkan
Oleh kenyataan tanpa henti

Kekasihku...
Aku sadar
Tak selamanya harapan dan impian
Selalu bisa kita wujudkan dan miliki
Ada juga yang hanya bisa kita nikmati, walau perih

||23 Desember 2024, KM. NGGAPULU
Toddo Lentu Batujala


Senin, 16 Desember 2024

Surat Cinta Sang Istri kepada Suaminya

Kita telah melalui masa-masa suka dan duka 
Bersama sebagai pasangan suami istri
Saling melengkapi, saling mencukupi
Kita tersenyum bersama
Menjalani perjalanan kehidupan
Pernikahan kita yang penuh dinamika
Indah, lucu, getir, dan juga mengesankan
Kau ajarkan aku menghiasi diri ini
Dengan akhlak dan keikhlasan
Kau bantu aku agar menjaga lisan dan kesabaran

Allah telah mempertemukanku 
Dengan Mujahid terbaik untukku
Jalan panjang dan terjal terbentang dihadapan kita, suamiku sayang
Tapi yakinlah...
Bersama-sama kita akan melewati semuanya 
Dengan penuh keyakinan dan ketegaran
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga kita 
Dalam menempuh perjalanan hidup ini

Selamat Hari Ulang Tahun Perkawinan
Suamiku Sayang...
Kita tidak sempurna tapi kita belajar 
Saling mengasihi dengan cinta yang terus diusahakan

Jika Tuhan ijinkan
Sampai kita tua nanti, Sayang ...
Sampai tidak ada lagi gigi yang dapat mengunyah 
Sampai kita saling menatap satu sama lain 
Dengan mata yang mungkin sedikit rabun
Dan berkata bahwa kita memiliki satu sama lain

Jika Tuhan ijinkan…
Sampai waktunya nanti, Sayang ...
Selalu, aku sayang kamu
Kamu lembut dan pengertian
Panjang sabar serta selalu bertindak hati-hati
Sedang Aku? 
Aku cerewet ...
Panjang langkah kaki dan seringkali tergesa-gesa
Tapi kita berpadu, bukan?

Kita bagai Yin dan Yang
Saling bertentangan namun sesungguhnya menetralkan
Coba bayangkan jika aku juga pendiam sepertimu
Mungkin rumah kita akan lebih hening 
Dari perpustakaan, atau parahnya
Lebih sepi dari kuburan
Kita bertentangan tapi tidak berseberangan
Kita selalu berusaha mencari keseimbangan 
Di antara perbedaan yang ada

||9 Nov 2015, Muhrifa Astina

Rabu, 04 Desember 2024

Intelek tak bernyali

Sulit memang di zaman sekarang ini
Zaman di mana kita hidup 
Di tengah masyarakat yang dibangun 
Atas kezaliman, penindasan, kebodohan,
Dan apatisme, serta hedonisme

Zaman ketika semua pandangan yang benar
Mengalami pemasungan
Pemikiran dan kesadaran yang tinggi terbelenggu 
Bahkan yang terjadi pelacuran intelektual
Untuk mendapatkan jabatan dan kedudukan yang tinggi

Situasi dan kondisi yang seperti ini
Seorang pemikir hanya menjadi alat kezaliman dan penindasan
Yang harus dihadapi
Oleh kesadaran intelektual itu sendiri

Oleh karena itu
Tidak akan ada kebebasan dan kemerdekaan 
Jika yang mengaku kaum intelektual 
Tidak berpartisipasi 
Menghadapi dekadensi moral
Bahkan bingung dan takut 
Menghadapi penindasan

(Toddo Lentu Batujala)
Bantaeng, 10 Oktober 2019

Sang - Hang 17

Sang bertanya padaku!
Hang, apa itu cinta sejati?
Lalu aku menceritakan kisahku padanya 
17 tahun yang lalu
Setelahnya ia menertawakanku
Sebelum akhirnya ia menestakan air mata
Lalu, aku menepuk bahu dan mengelus kepalanya
Seraya berkata ...
Cinta itu bukan hanya harus memiliki
Tapi cinta itu juga harus bertanggung jawab

Sang ...
Berjanjilah padaku, kau akan selalu ingat
Kau lebih berani dari yang kau yakini
Lebih kuat dari yang kau kira
Dan lebih pintar dari yang kau pikirkan

Ingat Sang ...
Kisah cinta sejati tidak pernah berakhir
Cinta sejati selalu membangkitkan jiwa 
Tak memiliki batas ruang dan waktu
Bahkan kematian tidak akan membuatnya berakhir 
Ia selalu memiliki jalan untuk kembali 
Ia menyatu dengan semesta
Dan semesta tidak pernah melepaskannya