Minggu, 19 Januari 2025

Tak ada yang tahu tentangku

Tak ada yang tahu tentang kesedihanku
Mereka tak akan bisa memahami rasaku
Segala hal yang membenam pilu
Mengusap air mata sedu sedan
Terbawa arus deras ke muara
Malam gelap gulita

Tak ada yang tahu tentang kesepianku
Mereka tak akan bisa menarasikan rasaku
Segala hal yang memenjarakan duka
Pada relung jiwa meronta
Tak kunjung memungut lentera

Tak ada yang tahu tentang kerinduanku
Mereka tak akan bisa menuliskan rasaku
Segala hal yang mengukir senyum 
Nan sungkan berpaling dari ingin
Dalam ruang jarak paling sendu

Tak ada yang tahu tentang kekhawatiranku
Mereka tak akan bisa mengerti rasaku 
Segala hal yang membelenggu angan
Menunggu waktu tak bertepi
Dalam ujud doa panjang hingga senja berlabuh

||Toddo Lentu Batujala
Malang, 19 Januari 2025

Rabu, 15 Januari 2025

Pertengahan Januari

Gerimis dan embusan angin

Hinggap pada batang dan ranting pohon

Sembari mengeja dan memahami warna tahun

Mengisyaratkan sebuah harapan

Meriwayatkan sebuah doa


Di pertengahan Januari

Terbitmu bersinar terang

Menyeruak hari

Seperti kayu yang sabar pada api

Membakar lalu menjadikannya abu

Sebagai ibadah yang membara

Menyertai perjalanan hidup


Bagai awan yang sabar pada hujan

Yang menjadikannya tiada

Menangkap usapan jemari mentari

Dan langit yang penuh rimbunan restu

Lalu cakrawala dan senja

Bagian dari munajat kesetiaan


Begitu tabah melewati badai angin dan hujan

Menjelma sebagai fragmen yang panjang

Menenangkan seluruh ruang hati

Dengan larik bait dan sajak puisi rindu

Selalu hangat seperti senja di ufuk barat


Di pertengahan Januari

Angin dan hujan

Melewati perdu pekarangan

Tetap mengirim doa kebahagiaan


Malang, 15 Januari 2015






Minggu, 12 Januari 2025

Nelangsa

Hangatnya perapian dan kesejukan bulan malam ini
Mengantarkanku akan hadirnya hangatnya dirimu
Laksana menyapa, menatap paras senyummu
Tenanglah hatiku

Di mana lagi kan kutemui belas kasih itu?
Bersamamu yang semu
Mengabadikan duka
Dalam hati penuh sujud mengemis
Kembalilah kekasihku
Engkau nyatanya memilih pergi

Adakah sosokmu pada diri yang lain?
Lengkaplah sudah...
Membelenggu kesendirian dan kesepianku
Terkulai dan terkunyah penyesalanku
Lengang...
Langkahku menyusuri jalanan berapi
Bersimbah angan tak terarah

Tak kan lagi kudengar canda dan tawamu
Doa dan harapan kita 
Tak ada lagi impian itu di hatimu
Hilanglah semua
Sebab, engkau lebih memilih asing 
Daripada menyatukan hati kita 
Yang sama tak utuh 

Pada tanah yang membentang
Pada angin yang mengusik ruang hatimu
Rinduku kusam, cinta sendiri
Terbuang .... Nelangsa ....

||Toddo Lentu Batujala
Malang, 12 Januari 2025