Minggu, 29 September 2024

Jejak Misteri 30 September

Udara malam membisik 
Perlahan di atas awan kelabu
Di bawah langit yang kelam
Bergerak mengiringi maut

Sang fajar kelam menjadi saksi
Seruan maut dalam lubang buaya
Jalan berdarah dalam gelap malam
Menyimpan jejak penuh misteri

Darah yang tumpah meluap
Mengalir membasahi bumi pertiwi
Air mata menetes terkenang syuhada
Menggores jiwa beribu pilu

Jeritan dan tangis keluarga
Mengiringi dentuman senjata api
Peluru merobek kulit menembus jantung
Enam jenderal dan satu perwira 

||Toddo Lentu Batujala, 30 September 2024
























Sabtu, 07 September 2024

Sajak untuk Munir

Munir Said Thalib
Nyawamu melayang di udara Amsterdam
Kau mati bukan karena arsenik
Yang melantas ke dalam tubuhmu
Tapi karena negara mengkhianatimu

Negara bukan buta mata
Tapi negara menutup mata 
Atas pelanggaran
Hak Asasi Manusia

Demikianlah tabiat bangsa ini
Penguasa dengan kokoh dilindungi dan dibentengi 
Kasus-kasus dengan rapi disembunyikan di bawah meja
Tersangka dengan lihai ditutupi dan bebas melanglang buana

Tujuh September Dua Ribu Empat 
Dua puluh tahun sudah berlalu
Kasusmu masih mengudara di atas janji pemimpin
Tanpa arah, tanpa kepastian, dan tanpa penyelesaian

Bantaeng, 7 September 2024
Toddo Lentu Batujala