Gerimis dan embusan angin
Hinggap pada batang dan ranting pohon
Sembari mengeja dan memahami warna tahun
Mengisyaratkan sebuah harapan
Meriwayatkan sebuah doa
Di pertengahan Januari
Terbitmu bersinar terang
Menyeruak hari
Seperti kayu yang sabar pada api
Membakar lalu menjadikannya abu
Sebagai ibadah yang membara
Menyertai perjalanan hidup
Bagai awan yang sabar pada hujan
Yang menjadikannya tiada
Menangkap usapan jemari mentari
Dan langit yang penuh rimbunan restu
Lalu cakrawala dan senja
Bagian dari munajat kesetiaan
Begitu tabah melewati badai angin dan hujan
Menjelma sebagai fragmen yang panjang
Menenangkan seluruh ruang hati
Dengan larik bait dan sajak puisi rindu
Selalu hangat seperti senja di ufuk barat
Di pertengahan Januari
Angin dan hujan
Melewati perdu pekarangan
Tetap mengirim doa kebahagiaan
Malang, 15 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar