Meski langit tak memberi izin
Mencintaimu pilihanku
Walau itu kesalahanku
Biarlah diriku tenggelam dalam rasa ini
Jadi angin, aku tak melihatmu
Jadi air, engkau tak bisa kagenggam
Kutau aku kalah karena salah
Ku hanya ingin semesta mencatat cintaku
Kelak rohku beranjak
Kuingin kau tanam mawar di halaman rumahmu
Kelak kau ingat tentangku
Petiklah bunganya, simpan durinya untukku
Tiap daun yang gugur itu
Adalah wujud rinduku tentangmu
Tiap air hujan turun basahi daun dan bunganya
Adalah wujud isakku menyapa harapan
||Toddo Lentu Batujala, 8 April 2024||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar