Sang Surya sekarang sudah terbenam
Dan senja berkata
Terberkatilah rohmu
Serta jiwamu yang telah bersemayam pada alam lain
Dalam hening, rohmu berkata
Apakah aku sedang terbangun dari tidurku?
Bukankah aku baru saja bermimpi?
Aku ingin kau dengar dan menjawab tanyaku
Dan Tuhanmu menjawab dengan mengutus malaikatnya
Engkau tidak tergesa-gesa dibanding badai hujan
Namun engkau tetap saja akan pergi
Sambil berbicara penuh kasih
Engkau tetap akan melakukan perjalanan
Bahkan saat waktu terhenti dan bumi sedang tidur
Engkau pergi bersama angin
Tetapi tidak dalam kehampaan
Dengan hati yang lebih lapang
Dan bibir yang berserah pada Tuhan
Aku ingin berbicara
Tak ada pusara di sini
Gunung dan dataran ini adalah tempat lahir
Engkau tetap bermurah hati
Dari segala ketidakpatuhan
Engkau telah memberi dahaga
Tentang kehidupan yang selalu menjadi guru terbaik
Tentu saja tidak ada anugerah yang lebih besar
Selain mengubah kehidupan menjadi mata air
Seperti keheningan dan kegelapan membangunkan fajar
Bagai kebisingan dan kesibukan meneguk senja
Sebentar lagi kerinduan akan mengumpulkan bui
Lalu menyeretnya ke pantai
||Toddo Lentu Batujala||
Puncak Sinoa, 16 April 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar