Kesalahan Berulang
Abd. Rahman
Aku Toddo salah satu mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia asal Bantaeng, Sulawesi Selatan. Memiliki tekad untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya sesuai dengan disiplin ilmu yang Aku geluti saat ini. Sekitar setahun yang lalu Aku mendapatkan informasi program beasiswa bagi guru Muhammadiyah dan Aisyiyah oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Tanpa berpikir lama, Aku langsung menyiapkan seluruh berkas dan persyaratan untuk mendaftar pada program beasiswa ini. Setelah mengikuti beberapa tahapan ujian program beasiswa ini hingga pada pengumuman kelulusan, akhirnya Aku dinyatakan lulus. Selanjutnya menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi dan menunggu jadwal kuliah.
Program kuliah ini menggunakan dua teknik perkuliahan yaitu pertemuan secara daring dan luring. Setelah beberapa bulan perkuliahan secara daring, tibalah saatnya aku dan teman-teman kelas akan mengikuti perkuliahan secara luring di Kampus III UMM. Jadwal perkuliahan secara luring selama delapan pekan telah diterbitkan oleh Ketua Jururusan dan dibagikan grup WA. Setelah jadwal perkuliahan terbit, aku langsung menyiapkan segala kepeluan dan kebutuhan sebelum berangkat ke kampus UMM di Malang, Jawa Timur. Seluruh keperluan dan kebutuhan telah kusiapkan termasuk surat izin dari kepala kekolah tempatku mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik, meskipun sekolah sudah mulai libur semerter, tetapi aku tetap memohon surat izin dari kepala sekolah sebagai bentuk integritas seorang pendidik.
Setelah beberapa hari aku memesan tiket dan menunggu jadwal keberangkatan Kapal dari Makassar – Surabaya, hari ini aku pamit kepada kedua orang tua dan akan naik mobil travel menuju pelabuhan Soekarno-Hatta di Kota Makassar. Aku berangkat pagi ke Kota Makassar karena kapal berangkat sore hari ini. Perjalanan Kapal dari Makassar – Surabaya selama dua hari, kemudian dari Surabaya ke Kota Malang naik mobil travel kurang lebih 2 jam perjalanan. Setelah sampai di Kota Malang aku dijemput oleh teman lalu diantar ke tempat kos yang telah aku pesan sebelumnya di Ibu Uswatun salah satu mahasiswa yang ikut di program ini, tetapi beliau beda kelas dengan aku, dia di kelas A sedangkan aku di kelas B.
Lokasi kos tempat Aku tinggal berjarak sekitar kurang lebih satu kilometer dari Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Mata kuliah setiap hari padat dari pagi hingga sore hari dengan berjumlah enam mata kuliah per hari. Hari ini adalah pekan pertama dan pertama kali pertemuan langsung (luring) di Kampus III UMM setelah beberapa bulan mengikuti perkuliahan dalam jaringan (daring). Mata kuliah pertama hari ini adalah Inovasi Pembelajaran yang diampu oleh Pak Lentu. Cuaca pagi hari ini lebih cerah dibanding hari-hari sebelumnya. Aku menuju kampus dengan berjalan kaki di tengah ramainya kendaraan pusat kota Malang.
Sesampainya di kampus, Aku langsung menuju kelas. Setelah beberapa menit di kelas, Batujala salah satu teman kelas Aku pun datang dan langsung menghampiri dan bertanya.
“Toddo, bagaimana tugas mata kuliah hari ini, aman?”. Sapa dan tanya Batujala.
“Siap, aman terkendali kawan. Alhamdulillah akhirnya kita bisa bertemu langsung di kampus tercinta kita ini”. Jawab Aku dengan penuh semangat dan haru.
Tak lama kemudian, teman-teman kelas yang lain datang satu per satu, ada juga yang barengan. Mahasiswa telah ramai berlalu lalang dan ada juga yang bercengkrama di lorong-lorong kelas Pascasarjana.
Beberap menit kemudian, Pak Lentu baru saja tiba di parkiran dan turun dari motor antiknya dengan pakian yang sederhana dilengkapi dengan topi khas seniman atau sastrawan. Pak Lentu langsung menuju ke Gedung Kuliah Bersama (GKB IV), aku dan teman-teman bergegas masuk kelas untuk menyambut kedatangan Pak Lentu.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anak! Bagaimana kabarnya hari ini, sehat?”. Sapa Pak Lentu dengan ekspresinya yang hangat.
“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah sehat Pak”. Jawab Aku dan teman-teman dengan penuh semangat.
Setelah mengabsen kehadiran dan menegaskan kembali materi perkuliahan, serta menyapa kedatangan kami yang pertama kali di kampus UMM, Pak Lentu langsung menyerahkan kepada teman yang bertugas selaku moderator pada presentasi topik materi hari ini yang sebelumnya presentasi dilakukan secara daring.
“Baik, kalau begitu. Silakan yang bertugas selaku moderator mengambil alih kelas hari ini!”
Pada saat memulai presentasi topik materi tiba-tiba Pak Lentu selaku dosen pengampu menahan Aku untuk melanjutkan presentasi materi.
“Toddo, sepertinya topik materi yang akan anda presentasikan hari ini tidak sesuai dengan rencana pembelajaran awal kita. Materi Model Pembelajaran telah dibahas pada pertemuan sebelumnya”. Sanggah Pak Lentu dengan ekspresi senyumnya yang khas diikuti teriakan dan tawa teman-teman kelas yang menjadi audiens.
Pak Lentu kemudian mengambil alih kelas dan meminta mahasiswa lain yang akan presentasi hari ini untuk maju ke depan kelas.
“Baik teman-teman sekalian, karena kelompoknya Lentu hari ini gagal mempresentasikan topik materi yang seharusnya diselesaikan, maka silakan mahasiswa lain maju ke depan untuk presentasi. Bagi Toddo, silakan mengerjakan ulang topik materi yang telah ditentukan.” Seru Pak Toddo dengan ekspresi yang lebih tegas.
“Baik Pak.” Jawab Aku dengan tenang.
Akhirnya yang maju untuk presentasi hari ini adalah teman Aku yang lain.
Aku merasa tidak nyaman dengan kejadian ini, hingga akhirnya aku pindah duduk di bagian paling belakang. Waktu terus berjalan dan presentasi materi teman kelasku pun berjalan lancar, tetapi aku masih kepikiran.
“Bisa-bisanya aku salah materi, sudah capek-capek mengerjakan hingga begadang juga”. Kataku dalam hati.
“Hei, Batujala! Sebenarnya ini materi yang mana sih?” tanyaku sambil berbisik kepada Batujala yang duduk pas di sampingku.
“Yah, aku juga kurang tahu Toddo”. Jawab Batujala dengan menyondongkan badannya ke dekatku sambil sedikit menunduk.
Aku hanya melihat Batujala dengan ekspresi pusing dan kebingungan. Setelah beberapa menit presentasi yang dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab antara teman penyaji dan teman-teman lain sebagai audiens. Kelas pun diambil alih oleh Pak Lentu untuk ditanggapi dan dievaluasi. Sebelum mata kuliah ditutup, Pak Lentu kembali mengingatkan kepada aku untuk materi selanjutnya jangan lagi salah judul atau topik utama materi.
“Toddo, saya ingatkan kembali yah untuk topik selanjutnya jangan lagi salah topik seperti hari ini.” Seru Pak Lentu dengan tegas.
“Baik Pak, insyaallah selanjutnya akan sesuai dengan topik yang diberikan.” Jawabku dengan tenang sambil menatap Pak Lentu dengan santun.
Mata kuliah Pak Lentu hari ini telah usai. Aku dan teman-teman melanjutkan mata kuliah yang lain tetap di kelas yang sama Ruangan 2.9 GKB IV hingga sore hari menjelang magrib.
Pekan ketujuh kuliah luring dilaksanakan, aku kembali mendapat giliran mempresentasikan topik materi pada mata kuliah Inovasi Pembelajaran yang diampu oleh Pak Lentu. Hari ini mata kuliah ini dilaksakan pada jam terakhir sore hari, tetapi aku tetap sangat bersemangat untuk tampil di depan kelas menyampaikan topik materi yang telah kusiapkan dengan baik. Pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir untuk seluruh mata kuliah tak terkecuali Inovasi Pembelajaran sebelum ujian semester dilaksakan pada pekan kedelapan.
“Assalamuaalaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat sore teman-teman.” Salam dan sapa Pak Lentu dengan hangat.
“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, selamat sore Pak.” Jawab aku dan teman serentak dengan penuh semangat.
“Bagaimana kabarnya hari ini, masih semangat?” tanya Pak Lentu dengan senyumnya yang khas.
“Alhamdulillah baik dan tetap semangat Pak.” Kembali kami jawab serentak dengan penuh semangat.
Sebelum presentasi dimulai, seperti biasanya Pak Lentu kembali memberi penegasan ulang terhadap topik materi yang sebelumnya telah dipresentasikan dan didiskusikan.
“Baik teman-teman, selanjutnya untuk yang mendapat giliran terakhir mempresentasikan topik materi mata kuliah kita hari ini adalah Toddo.” Tegas pak Lentu
“Bagaimana kesiapannya, Toddo?” Tanya Pak Lentu dengan hangat.
“Insyaallah siap Pak, Bismillah.” Jawabku penuh semangat.
“Baik, kalau begitu silakan maju ke depan bersama moderator.” Seru Pak Lentu.
Aku pun segera maju ke depan dan mengajak Batujala sebagai moderator kali ini. Baru saja Batujala membuka dan mempersilakan aku untuk memperesentasikan topik materi yang baru saja aku tampilkan, tiba-tiba Pak Lentu kembali menyanggah dan menghentikan kami berdua dan ternyata topik materi aku lagi-lagi salah, topik materiku kali ini sudah dibahas saat perkuliahan daring sebelumnya. Akhirnya aku pun kembali dapat teguran dari Pak Lentu dan membuat beliau merasa kecewa karena kembali terulang kesalahan yang sama kulakukan.
Setelah perkuliahan usai, aku mengikuti Pak Lentu ke ruang dosen dengan niat memohon petunjuknya atas kesalahanku yang kedua kali ini.
“Izin pak, aku benar-benar minta maaf atas kesalahan topik materi di kelas tadi. Harusnya koordinasi kembali baik kepada Bapak atau pun kepada teman-teman kelasku yang lain sebelum aku melakukan presentasi di kelas.” Jelasku kepada Pak Lentu.
“Yah sudah, tidak apa-apa. Silakan kamu membuat artikel saja salah satu dari topik materi yang harusnya kamu presentasikan.” Seru Pak Lentu.
“Pak, itu sangat berat kalau harus membuat artikel disamping banyak tugas kuliah yang lain dan juga persiapan ujian semester pekan depan.” Jawabku dengan santun dan tunduk di hadapan Pak Lentu.
“Ambillah itu sebagai resiko dari kesalahanmu, aku beri waktu hingga empat hari setelah ujian semester pekan depan selesai.” Tegas Pak lentu kembali.
“Apakah tidak ada pilihan lain Pak?” tanyaku kembali dengan penuh harap.
“Yah, itu saja pilihannya.” Jawab Pak Lentu dengan tegas.
“Baik Pak, aku terima. Kalau begitu aku pamit.” Sambil menjabat dan mencium tangan Pak lentu lalu keluar dari ruang dosen.
Empat hari setelah ujian semester usai, tugas artikelku tentang Inovasi Pembelajaran baru saja kuselesaikan dan siap kukirim ke Pak Lentu. Akhirnya setelah melewati perjuangan yang sangat melelahkan karena harus membagi dan menambah waktu begadang tiap malam untuk menyeselsaikan artikel ini sambil mengerjakan tugas mata kaliah yang lain dan pesiapan ujian semester.
“Assalamualaiku warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang Pak. Izin Pak, Aku kirim tugas artikel hari ini.” Lewat WhatsApp.
“Baik Toddo, aku akan buka nanti malam. Selamat dan sukses selalu.” Balas pak Lentu Lewat WhatsApp.
“Aamiin, terima kasih Pak” balasku kembali lewat WhatsApp.
Malam pun tiba, setelah pulang salat Isya di Masjid Darussalam yang terletak kurang lebih 100 meter dari kos, aku berbaring di kamar sambil menunggu informasi dari Pak Lentu dengan memantau pesan masuk WhatsApp dan berharap semoga saja artikelku tidak ditolak. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesan WhatsApp dari Pak Lentu masuk.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam Toddo. Artikelmu sudah kubuka dan kubaca, artikelmu bagus dan aku terima meskipun ada beberapa hal yang perlu direvisi, tapi tidak apa-apa biar aku yang sunting sebelum dikirim ke penerbit” Isi pesan Pak Lentu.
“Waalaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih Pak semoga bisa segera diterbitkan artikelnya.” Jawabku lewat pesan.
“Baik Toddo, silakan menunggu.” Balas Pak Lentu.
“Siap pak.” Balasku kembali
“Alhamdulillah akhirnya malam ini aku sangat lega semoga saja artikelku ini segera terbit dan mendapatkan nilai yang terbaik pada mata kuliah ini dari Pak Lentu.” Harapku dalam hati dengan penuh semangat.
Akhirnya aku bisa pulang ke Makassar dengan tenang besok sore. Aku telah memesan tiket kapal Surabaya – Makassar tepat hari kelima setelah ujian semester. Sebagaian teman-teman menyempatkan waktu untuk jalan-jalan di beberapa objek wisata yang ada di Kota Malang dan sekitarnya, tetapi aku memilih pulang lebih cepat karena banyak kerjaan yang juga mesti diselesaikan di sekolah.
Setelah satu pekan tiba di Bantaeng, akhirnya hari ini pengumuman hasil ujian semester 1 akan diterbitkan akun resmi infokhsumm.co.id. Alhamdulillah nilaiku mendapatkan predikat Cumlaude dan nilai A pada seluruh mata kuliah semester 1 ini. Bertepan dengan itu informasi dari Pak Lentu tentang artikel Inovasi Pembelajaran juga telah diterbitkan dan semua teman-teman kelas dan seangakatan memeberi uacapan selamat atas pencapaian telah menerbitkan artikel.
“Ini benar-benar suatu pencapaian yang sangat luar biasa setelah melewati berbagai hal rintangan dan tantangan selama proses perkuliahan berlangsung. Aku percaya bahwa tidak ada hasil yang akan mengkhianati proses. Terima kasih untuk diriku yang selalu semangat dan pantang menyerah.” Kata dalam hati dengan penuh haru dan bangga.